[jbox color=”blue”]Dan mereka bertanya kepadamu tentang RUH. Katakanlah: RUH itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit (QS. 17:85)
[/jbox]

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa RUH adalah hal yang tabu, dan kita sebagai manusia tidak diperkenankan mengusik wilayah terlarang itu. Mengapa? Karena menurut ayat di atas RUH adalah urusan Tuhan.
Betul.. RUH adalah urusan Tuhan.. Demikian pula hal-hal lainnya di alam semesta. Sebagai makhluk yang berakal dan tertinggi derajatnya dibanding makhluk lain ciptaan Tuhan, marilah kita renungkan sejenak dengan pikiran yang jernih serta hati yang tenang.

Matahari atau bintang-bintang, planet, juga bumi & seisinya..  yaitu  manusia, tumbuhan, hewan..  termasuk didalamnya virus, bakteri serta atom-atom yang berukuran sangat kecil.. demikian juga RUH.. semuanya yg ada di alam semesta ini, tiada yang lepas dari urusan Tuhan. Semua berada dalam naungan/urusan Yang Maha Ada yaitu Allah SWT. Tiada yang dapat lepas dari urusanNya atau berdiri sendiri kecuali Allah, Karena hanya Allahlah sang Maha Mandiri, hanya Allah yang dapat bergantung sendiri tanpa bantuan Makhluk.

Dari uraian tadi.. bumi dan seisinya termasuk manusia, tidak lepas dari urusan Tuhan. Kemajuan teknologi di segala bidang baik telekomunikasi, transportasi, kedokteran, kimiawi,  komputerisasi dan lain-lain juga berada dalam naungan/urusan Tuhan.

Kita sadari.. bahwa sangat banyak manfaat yang dapat kita rasakan dari kemajuan teknologi saat ini. Itu adalah nikmat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita dapat berkomunikasi dengan mudah bersama teman/saudara walau terpisah jarak yang jauh dengan biaya terjangkau, Kita dapat menikmati hiburan melalui pesawat televisi dll, mengunjungi sanak saudara dalam waktu singkat dengan bantuan alat transportasi, mencari informasi dan bahkan membaca tulisan ini.. adalah berkat kemajuan teknologi. Dan masih sangat banyak hal lainnya yang dapat kita rasakan, yaitu manfaat dari kemajuan teknologi yang tentunya tidak dapat dipaparkan satu persatu di sini. Ya.. semua itu termasuk dalam (atau tidak lepas dari) urusan Tuhan.

Namun setinggi apapun peradaban manusia, atau kemajuan teknologi serta prestasi yang telah diukir umat manusia.. tetaplah sedikit dan tidak sebanding dengan kekuasaan Tuhan semesta Alam. Pencapaian umat manusia, setinggi apapun.. di mata Allah ibarat setitik buih dibanding tujuh kali lautan samudra yang ada di bumi. Perbandingan ini menggambarkan betapa sangat kecilnya diri kita jika dibandingkan dengan Tuhan semesta Alam.

[jbox color=”blue”]Nah.. Bayangkan semua kemudahan serta manfaat yang kita rasakan, hal yang kecil di mata Allah tersebut, ternyata di mata manusia sangatlah besar artinya.[/jbox]

Urusan Tuhan pada uraian di atas, wajiblah kita memiliki pengetahuan atasnya sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan. Bayangkan jika mempelajari atau memperdalam ilmu pengetahuan/teknologi adalah hal terlarang, hanya karena termasuk urusan Tuhan.. niscaya umat manusia masih berada dalam peradaban prasejarah.

Demikian pula halnya dengan RUH. RUH juga merupakan nikmat dan karunia Tuhan. RUH adalah nikmat Ilahi yang terbesar dibanding nikmat lainnya. Karena Ruh adalah percikan zat Ilahi yang langsung ditiupkan kepada kita ketika kita berada dalam kandungan.

RUH adalah jati diri kita sesungguhnya. Badan kita hanyalah jasad yang bisa rusak/tua dan musnah ditelan waktu. Tidak demikian dengan RUH, RUH adalah abadi. Dengan mengenalnya dan mempelajarinya maka itu adalah wujud syukur kita kepada Tuhan, sehingga kita dapat merasakan kasih sayang dan karunia Tuhan pada kita. Jika kita mengenal RUH, walaupun pengetahuan tentang RUH itu hanya sedikit.. tentunya sangatlah tidak terkira arti dan manfaatnya bagi kita. Dengan pemahaman ini seyogyanya kita terus menerus mengharapkan limpahan kasih sayang dan cintaNya dengan mendekatkan diri kepadaNya. Amin.